Showing posts with label makanan. Show all posts
Showing posts with label makanan. Show all posts
Sunday, November 10, 2013
Tentang Makan dan Minum
Dikutip dari facebook.com
Saya sudah dua kali mengalami kasus yang terasa unik. Yang pertama menimpa seorang pasien perempuan berusia sekitar 60 tahun, seorang lagi berusia sekitar 70 tahun. Hampir sama. Saya akan kisahkan satu saja: yang menimpa pasien kedua, katakanlah bernama Ibu Sari (bukan nama sesungguhnya).
Selama 1 tahun ini, Ibu Sari rajin mengantar suaminya, pak Sarun, 72 tahun, penderita hipertensi dan penyakit jantung koroner. Pak Sarun kondisinya cukup terkontrol karena memang rajin berobat dan patuh untuk menjalani pola hidup sehat secara ketat. Ibu Sari belum pernah sakit. Kecuali sekadar batuk-pilek biasa.
Kemarin tiba-tiba saja ibu Sari datang dengan keluhan sakit punggung bagian bawah, yang pada pemeriksaan didapatkan pengeroposan tulang belakangnya (menyebabkan retak/patah 2 buah ruas tulang belakang).
“Padahal selama satu tahun ini saya rajin MINUM SUSU ANLENE sehari 2 gelas!!!” (Pasien pertama mengalami hal sama, tapi tidak menyebutkan merk susu yang ia minum).
Saya sering membaca artikel yang mempublikasikan bahwa susu buat usia di atas 17 tahun sudah bukan merupakan minuman sehat sebab di atas usia itu sistem pencernaan sudah sangat kekurangan enzym pemecah susu, sehingga susu yang diminum saat di usus menjadi zat kimia “asing” (sejenis lendir) yang justru potensial memicu kanker. Kecuali itu, kalsium susu mempunyai sifat cepat diserap. Jika susu diperkaya kalsium, justru mendorong pengeroposan tulang, sebab cepatnya penyerapan kalisum menyebabkan badan merasa kelebihan kalsium, sehingga secara darurat kalsium tulang akan diambil dan dibuang ke dalam ginjal (potensial batu ginjal), dan bukannya memperkuat tulang, malah mempercepat pengeroposan!
Setelah peristiwa ini, saya tergerak untuk berbagi dengan teman-teman semua, termasuk artikel di bawah ini. Bagaimana pengalaman kalian? silakan merespon! Terima kasih.
Makan-Minum: Bisa Bikin Sehat Atau Sakit
Minum
@ Yang Potensial Bikin Sakit
1. Minum air dingin / air es di tengah makan atau usai makan. Suhu dingin dalam sistem pencernaan bisa menggumpalkan sebagian hasil pencernaan atau malah bahan sebelum dicerna, akibatnya terjadi zat “asing” bagi tubuh
yang potensial memicu kanker.
2. Minuman bersoda (carbonated, soft drink) seperti coca-cola, sprite. Jika terlalu banyak / terlalu sering diminum potensial merusak dinding usus. Jangan lebih dari 1 cangkir (maksimal 150 cc) setiap kali minum dan dengan jarak
tidak kurang dari 3 jam antara 2 cangkirnya supaya cairan tubuh masih mampu menetralkan.
3. Air murni (destilasi) tak mengandung mineral sehingga malah akan jadi beban ginjal dan mendorong dibuangnya natrium lewat urin, padahal natrium itu mineral esensial.
4. Air kemasan (dalam wadah plastik) yang disimpan di bawah sinar matahari atau di dalam lemari es: botol plastik, jerigen plastik, di bawah sinar matahari atau jika didinginkan di bawah 8 celcius bisa melepaskan molekul bahan
plastik yang potensial memicu kanker.
5. Air sumber (sumur dangkal maupun artesis) yang dalam pemeriksaan laboratorium mengandung zat kimia yang tidak boleh ada dalam air minum, terutama logam berat, kandungan insektisida atau pupuk, dan pencemaran
oleh tinja (bakteri coli).
6. Hindari minum air di tengah makan; minum usai makan paling banyak 1-2 teguk saja. Minum air sebaiknya 30 menit sebelum makan atau 1 jam sesudah makan. Air yang terlalu banyak bersama dengan makan bisa
mengganggu kerja ensim pencerna sehingga pencernaan jadi kurang sempurna.
@ Yang tidak ada manfaatnya: air heksagonal, air beroksigen: struktur heksagonal atau kadar oksigen dalam air hanya bisa bertahan dalam suhu kurang dari 4 celcius dan tidak tergoncang-goncang, itupun hanya dalam waktu kurang dari 20 menitan. Lagipula oksigen dalam air tidak bisa diserap usus, sebab bentuknya gas. Struktur heksagonal akan segera rusak begitu memasuki tubuh manusia yang suhunya sekitar 36-37 celcius.
@ Yang Potensial Gangguan: susu (sapi) untuk usia dewasa ensim pemecah susu sudah tidak ada, susu sulit dicerna, meninggalkan sisa yang potensial mengganggu, bahkan potensial memicu kanker sebab yang terbentuk di usus adalah “zat asing”. Kalsium tinggi dalam susu juga ternyata bisa mendorong lebih banyak kalsium keluar dari tulang, dengan hasil mempercepat pengeroposan. Termasuk susu sapi adalah semua produk susu kaleng, cair maupun padat / bubuk. Dalam bentuk yogurt, di mana susu sudah “dicerna” oleh bakteri susu barangkali lebih baik.
@ Yang Bisa Berefek Menyehatkan
1. Air masak biasa, setelah sumbernya diperiksa di laboratorium air minum dan dinyatakan sehat.
2. Air kemasan yang dipastikan penyimpanannya memenuhi syarat.
3. Berbagai air dengan kandungan mineral yang jika wadahnya plastik penyimpanannya memenuhi syarat (tidak terpapar sinar matahari dan dalam pendingin yang di atas 8 celcius)
4. Air masak yang dibubuhi perasan jeruk nipis, madu dan seujung sendok teh garam yang berasal dari garam laut (bukan garam meja).
5. Air kelapa, jus / sari buah dalam jumlah terbatas (sehari 1-2 gelas).
6. Teh hijau, (tanpa gula, tanpa pemanis buatan).
7. Minuman tradisional semacam temulawak dan kunyit membantu perbaikan pencernaan dan sistem kekebalan tubuh.
8. Susu kedelai dengan pengolahan yang benar.
9. Yang masih kontroversial: teh hitam dan kopi: di satu sisi dengan pengolahan benar (diseduh tidak lebih dari 5 menit dan langsung disaring), tanpa gula, dianggap mengandung antioksidan, anti kanker; khusus untuk kopi,
meningkatkan kemampuan memori (anti kepikunan)
@ Jika anda ingin menyimpan air, terutama dalam lemari es atau dalam bentuk panas, sebaiknya memakai wadah beling, panci stainless, panci email, plastik bergaransi aman atau kendi tanah. Hindari menyimpan air dalam wadah plastik tanpa garansi, terutama jika ada kemungkinan terpapar sinar matahari dan suhu lemari es yang kurang dari 8 celsius, dan jangan terlalu lama menyimpan air dalam wadah aluminium.
Makan
@ Makan Malam
1. Usahakan makan malam terakhir 2-3 jam sebelum tidur. Jangan makan di tengah malam. Pada waktu malam (normalnya) tubuh sudah tak membutuhkan energi, tubuh mulai membangun dan juga membuang. Kalau dimasuki
makanan, kedua proses ini akan kacau. Akibatnya energi akan langsung diubah menjadi timbunan lemak: mudah jadi gemuk.
2. Rasa lapar di tengah malam umumnya karena kelainan hormonal, terutama hormon stres (kortisol) yang memicu rangsang “membutuhkan energi” dalam bentuk lapar. Padahal sebenarnya secara fisik tidak dibutuhkan energi.
Karena itu pengatasannya ya mengelola stres dengan bijak: meditasi, belajar pasrah, belajar bersyukur dan bukannya makan.
3. Kecenderungan makan di tengah malam adalah karbohidrat (nasi, roti, manis-manis) dan lemak (gorengan, es krim), dan biasanya dengan porsi lebih besar sehingga sangat menggemukkan dan mengacau sistem pencernaan.
Jika anda tak sanggup menahan diri untuk tidak makan, sediakan sayuran matang atau sayur yang memang bisa dimakan mentah (dicuci bersih dulu), dalam wadah keramik (piring, mangkuk) yang ditutup dengan tutup
keramik juga, atau stainless, atau wadah plastik yang bergaransi aman. Makan sedikit demi sedikit sayur itu, dikunyah pelan-pelan, maka rasa lapar akan hilang tanpa mengacau sistem anda. Rasa lapar juga dapat diatasi
dengan minum: 1 gelas air dibubuhi perasan jeruk nipis dan seujung sendok garam laut (tanpa madu).
4. Jika terpaksa anda makan dekat waktu tidur (misalnya dalam pesta malam / larut malam), posisi tidur yang ideal adalah miring ke kiri, atau dengan bagian dada-kepala yang ditinggikan (bukan menambah bantal melainkan
mengganjal separuh kasur bagian dada-kepala setinggi kira-kira 20 cm). Dengan begitu asam lambung tidak akan naik ke kerongkongan dan menimbulkan sakit maag.
@ Perbandingan Porsi
Perbandingan ideal antara makan pagi-siang-malam ada berbagai pandangan, tapi saya berpendapat yang paling mendekati logika adalah:
Makan pagi kenyang, sebab sepanjang pagi-siang bakal dibutuhkan energi untuk bekerja
Makan siang secukupnya, sebab hanya untuk memenuhi kebutuhan energi di sisa hari, yang umumnya sudah banyak berkurang
Makan malam, berhenti makan sebelum kenyang sebab sudah sangat kecil kebutuhan akan energi.
@ Buah
Makanlah buah jauh dari makan utama (nasi), sebab sistem pencernaan buah sangat berbeda dengan sistem pencernaan nasi (dan daging). Kalau buah terlalu dekat dengan nasi / daging, salah satu akan dicerna tidak sempurna dan malah menimbulkan gangguan pencernaan.
@ Jenis Makanan
1) Batasi pemakaian gula; pakai madu lebih baik, jika rasanya sesuai. Gula yang relatif aman adalah gula dari tetes tebu, semacam gula batu. Gula aren dan gula kelapa yang diolah dengan benar juga masih dapat dipandang relatif
aman, namun sebaiknya terbatas.
2) Jika memungkinkan, makanlah sumber karbohidrat yang masih berkulit ari (beras pecah kulit, gandum kasar, jagung yang masih berkulit ari). Kulit ari yang masih utuh memperlambat nasi diubah menjadi gula sehingga naiknya
kadar gula dalam darah juga berlangsung lambat, insulin tidak segera dikeluarkan. Atau makanlah kentang, sebab index glikemik kentang rendah: kecepatan perubahannya menjadi gula lambat.
3) Jika memungkinkan juga, usahakan sumber energi bukan dari karbohidrat melainkan dari sayuran, buah-buahan dan protein: daging, telur (organik) dan lemak dalam jumlah terbatas. Juga kacang-kacangan.
4) Sumber protein terbaik adalah ikan air (laut dan air tawar), tapi kurangi pengolahan dengan menggoreng atau membakar. Kuah lebih baik.
5) Kenali sumber anti oksidan dan mikro nutrient: yang terkenal misalnya brokoli, mentimun, wortel, alpukat, sirsak, stroberi, tomat, apel
6) Hindari semua bahan pengawet, pewarna non-makanan, penguat rasa yang berlebihan, pemanis buatan karena potensial menjadi bahan pemicu kanker.
@ Penyiapan & Pengolahan
1. Daging, ikan, segera setelah dibeli, balur merata dengan perasan jeruk nipis atau larutan cuka, dan segera masukkan lemari es dalam wadah kedap.
2. Sayuran, cuci sebelum dipotong-potong. Keringkan dengan kertas pengisap khusus (towel) sampai kering betul, bungkus dengan kertas koran bersih, masukkan wadah kedap, simpan di lemari es. Tengok tiap hari, jika
basah, segera keringkan, ganti kertas koran.
3. Daging dan ikan jika kurang matang, kuman tidak mati, tapi jika terlalu matang, protein dan lemaknya bisa rusak, terbentuk kholesterol yang berpotensi membentuk plak.
Jika memungkinkan, belilah termometer daging. Waktu memasak, ukur suhu internal daging / ikan. Suhu 72 celsius sudah mematikan kuman dan belum merusak. Karena itu menggoreng dan membakar sebenarnya kurang
baik sebab merusak.
Tuesday, January 24, 2012
Manfaat Telur aSin .. ^^
ceritanya gini,__ Kemaren pas long weekend imlek temenq pada pulkam dan pas balik ke kampuss bawain oleh2 telor asin (makasiih),, yups katanya sich kalo dari daerah aslinya rasanya lebih khas dan lebh maknyuuuusss :D... apalagi gratisan :)) dan saia termasuk penyuka telor, dan ikan2an ___ Tidak tepat mengaitkan telur asin dengan penyakit jantung dan tekanan darah tinggi, kecuali jika kita mengonsumsinya terus-menerus dan dalam jumlah banyak. Karena mengandung hampir semua unsur gizi dan mineral lengkap, telur asin baik dikonsumsi oleh bayi hingga lansia.
Telur merupakan hasil ternak yang mempunyai andil besar dalam mengatasi masalah gizi yang terjadi di masyarakat.
Hal ini dimungkinkan karena telur sarat akan zat gizi yang diperlukan untuk kehidupan yang sehat. Zat-zat gizi yang ada pada telur sangat mudah dicerna dan dimanfaatkan oleh tubuh.
Itulah sebabnya telur sangat dianjurkan untuk dikonsumsi oleh anak-anak yang sedang dalam masa tumbuh-kembang, ibu hamil dan menyusui, orang yang sedang sakit atau dalam proses penyembuhan, serta para lansia (lanjut usia). Dengan kata lain, telur cocok untuk semua kelompok umur dari segala lapisan masyarakat.
Telur yang dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia umumnya berasal dari unggas yang diternakkan. Jenis yang paling banyak dikonsumsi adalah telur ayam, itik (bebek), dan puyuh. Telur penyu, kalkun, angsa, merpati, dan telur unggas peliharaan lainnya belum maksimal dimanfaatkan karena produksinya sedikit.
Bobot dan ukuran telur itik rata-rata lebih besar dibandingkan dengan telur ayam. Warna kulit telurnya agak biru muda terutama pada itik Jawa seperti yang terdapat di Karawang, Tegal, Magelang, dan Mojosari. Warna kulit itik Bali, Albino putih, dan itik Manila (entog) putih agak kemerah-merahan.
Karena bau amisnya yang tajam, penggunaan telur itik dalam berbagai makanan tidak seluas telur ayam. Selain baunya yang lebih amis, telur itik juga mempunyai pori-pori kulit yang lebih besar, sehingga sangat baik untuk diolah menjadi telur asin.
Proses Pembuatan
Sejak zaman dulu masyarakat kita telah mengenal pengasinan sebagai salah satu upaya untuk mengawetkan telur (memperpanjang masa simpan), membuang rasa amis (terutama telur itik), dan menciptakan rasa yang khas. Berdasarkan proses pengolahannya, telur asin dapat dibuat dengan cara merendam dalam larutan garam jenuh atau menggunakan adonannya. Adonan garam merupakan campuran antara garam, abu gosok, serbuk bata merah, dan kadang-kadang sedikit kapur.
Pembuatan telur asin dengan cara merendam dalam larutan garam jenuh sangat mudah dan praktis. Mula-mula telur diamplas untuk membuka pori-pori kulitnya, sehingga pada saat perendaman akan mudah menyerap garam.
Larutan garam disiapkan dengan cara mencampur air dan garam dapur sampai jenuh. Artinya, air tidak mampu lagi melarutkan garam. Keunggulan pembuatan telur asin dengan cara ini adalah prosesnya lebih singkat, meski kualitas telur asin yang dihasilkan kurang bagus.
Cara pembuatan dengan menggunakan adonan garam akan menghasilkan telur asin yang jauh lebih bagus mutunya, warna lebih menarik, serta cita rasa yang lebih enak, tapi prosesnya lebih rumit. Garam berfungsi sebagai pencipta rasa asin dan sekaligus bahan pengawet karena dapat mengurangi kelarutan oksigen (oksigen diperlukan oleh bakteri), menghambat kerja enzim proteolitik (enzim perusak protein), dan menyerap air dari dalam telur.
Berkurangnya kadar air menyebabkan telur menjadi lebih awet. Garam (NaCl) akan masuk ke dalam telur dengan cara merembes melalui pori-pori kulit, menuju ke bagian putih, dan akhirnya ke kuning telur. Garam NaCl mula-mula akan diubah menjadi ion natrium (Na+) dan ion chlor(Cl-). Ion chlor inilah yang sebenarnya berfungsi sebagai bahan pengawet, dengan menghambat pertumbuhan mikroba pada telur. Makin lama dibungkus dengan adonan, makin banyak garam yang merembes masuk ke dalamnya, sehingga telur menjadi semakin awet dan asin. Lamanya telur dibungkus adonan ini harus disesuaikan dengan selera masyarakat yang akan mengonsumsinya.
Nilai Gizi
Sebagai bahan makanan, telur mempunyai beberapa kelebihan. Telur mengandung semua zat gizi yang diperlukan tubuh, rasanya enak, mudah dicerna, menimbulkan rasa segar dan kuat pada tubuh, serta dapat diolah menjadi berbagai macam produk makanan.
Dalam telur itik, protein lebih banyak terdapat pada bagian kuning telur, 17 persen, sedangkan bagian putihnya 11 persen. Protein telur terdiri dari ovalbumin (putih telur) dan ovavitelin (kuning telur). Protein telur mengandung semua asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh untuk hidup sehat.
Pada suatu penelitian dengan menggunakan tikus percobaan, diketahui bahwa telur mempunyai nilai kegunaan protein (net protein utilization) 100 persen, bandingkan dengan daging ayam (80%) dan susu (75%). Berarti jumlah dan komposisi asam aminonya sangat lengkap dan berimbang, sehingga hampir seluruh bagiannya dapat digunakan untuk pertumbuhan maupun penggantian sel-sel yang rusak.
Hampir semua lemak dalam sebutir telur itik terdapat pada bagian kuningnya, mencapai 35 persen, sedangkan di bagian putihnya tidak ada sama sekali. Lemak pada telur terdiri dari trigliserida (lemak netral), fosfolipida (umumnya berupa lesitin), dan kolesterol.
Fungsi trigliserida dan fosfolipida bagi tubuh adalah sebagai sumber energi, satu gram lemak menghasilkan 9 kilokalori energi. Lemak dalam telur berbentuk emulsi (bergabung dengan air), sehingga menjadi lebih mudah dicerna, baik oleh bayi, anak-anak, maupun golongan lanjut usia.
Telur merupakan hasil ternak yang mempunyai andil besar dalam mengatasi masalah gizi yang terjadi di masyarakat.
Hal ini dimungkinkan karena telur sarat akan zat gizi yang diperlukan untuk kehidupan yang sehat. Zat-zat gizi yang ada pada telur sangat mudah dicerna dan dimanfaatkan oleh tubuh.
Itulah sebabnya telur sangat dianjurkan untuk dikonsumsi oleh anak-anak yang sedang dalam masa tumbuh-kembang, ibu hamil dan menyusui, orang yang sedang sakit atau dalam proses penyembuhan, serta para lansia (lanjut usia). Dengan kata lain, telur cocok untuk semua kelompok umur dari segala lapisan masyarakat.
Telur yang dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia umumnya berasal dari unggas yang diternakkan. Jenis yang paling banyak dikonsumsi adalah telur ayam, itik (bebek), dan puyuh. Telur penyu, kalkun, angsa, merpati, dan telur unggas peliharaan lainnya belum maksimal dimanfaatkan karena produksinya sedikit.
Bobot dan ukuran telur itik rata-rata lebih besar dibandingkan dengan telur ayam. Warna kulit telurnya agak biru muda terutama pada itik Jawa seperti yang terdapat di Karawang, Tegal, Magelang, dan Mojosari. Warna kulit itik Bali, Albino putih, dan itik Manila (entog) putih agak kemerah-merahan.
Karena bau amisnya yang tajam, penggunaan telur itik dalam berbagai makanan tidak seluas telur ayam. Selain baunya yang lebih amis, telur itik juga mempunyai pori-pori kulit yang lebih besar, sehingga sangat baik untuk diolah menjadi telur asin.
Proses Pembuatan
Sejak zaman dulu masyarakat kita telah mengenal pengasinan sebagai salah satu upaya untuk mengawetkan telur (memperpanjang masa simpan), membuang rasa amis (terutama telur itik), dan menciptakan rasa yang khas. Berdasarkan proses pengolahannya, telur asin dapat dibuat dengan cara merendam dalam larutan garam jenuh atau menggunakan adonannya. Adonan garam merupakan campuran antara garam, abu gosok, serbuk bata merah, dan kadang-kadang sedikit kapur.
Pembuatan telur asin dengan cara merendam dalam larutan garam jenuh sangat mudah dan praktis. Mula-mula telur diamplas untuk membuka pori-pori kulitnya, sehingga pada saat perendaman akan mudah menyerap garam.
Larutan garam disiapkan dengan cara mencampur air dan garam dapur sampai jenuh. Artinya, air tidak mampu lagi melarutkan garam. Keunggulan pembuatan telur asin dengan cara ini adalah prosesnya lebih singkat, meski kualitas telur asin yang dihasilkan kurang bagus.
Cara pembuatan dengan menggunakan adonan garam akan menghasilkan telur asin yang jauh lebih bagus mutunya, warna lebih menarik, serta cita rasa yang lebih enak, tapi prosesnya lebih rumit. Garam berfungsi sebagai pencipta rasa asin dan sekaligus bahan pengawet karena dapat mengurangi kelarutan oksigen (oksigen diperlukan oleh bakteri), menghambat kerja enzim proteolitik (enzim perusak protein), dan menyerap air dari dalam telur.
Berkurangnya kadar air menyebabkan telur menjadi lebih awet. Garam (NaCl) akan masuk ke dalam telur dengan cara merembes melalui pori-pori kulit, menuju ke bagian putih, dan akhirnya ke kuning telur. Garam NaCl mula-mula akan diubah menjadi ion natrium (Na+) dan ion chlor(Cl-). Ion chlor inilah yang sebenarnya berfungsi sebagai bahan pengawet, dengan menghambat pertumbuhan mikroba pada telur. Makin lama dibungkus dengan adonan, makin banyak garam yang merembes masuk ke dalamnya, sehingga telur menjadi semakin awet dan asin. Lamanya telur dibungkus adonan ini harus disesuaikan dengan selera masyarakat yang akan mengonsumsinya.
Nilai Gizi
Sebagai bahan makanan, telur mempunyai beberapa kelebihan. Telur mengandung semua zat gizi yang diperlukan tubuh, rasanya enak, mudah dicerna, menimbulkan rasa segar dan kuat pada tubuh, serta dapat diolah menjadi berbagai macam produk makanan.
Dalam telur itik, protein lebih banyak terdapat pada bagian kuning telur, 17 persen, sedangkan bagian putihnya 11 persen. Protein telur terdiri dari ovalbumin (putih telur) dan ovavitelin (kuning telur). Protein telur mengandung semua asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh untuk hidup sehat.
Pada suatu penelitian dengan menggunakan tikus percobaan, diketahui bahwa telur mempunyai nilai kegunaan protein (net protein utilization) 100 persen, bandingkan dengan daging ayam (80%) dan susu (75%). Berarti jumlah dan komposisi asam aminonya sangat lengkap dan berimbang, sehingga hampir seluruh bagiannya dapat digunakan untuk pertumbuhan maupun penggantian sel-sel yang rusak.
Hampir semua lemak dalam sebutir telur itik terdapat pada bagian kuningnya, mencapai 35 persen, sedangkan di bagian putihnya tidak ada sama sekali. Lemak pada telur terdiri dari trigliserida (lemak netral), fosfolipida (umumnya berupa lesitin), dan kolesterol.
Fungsi trigliserida dan fosfolipida bagi tubuh adalah sebagai sumber energi, satu gram lemak menghasilkan 9 kilokalori energi. Lemak dalam telur berbentuk emulsi (bergabung dengan air), sehingga menjadi lebih mudah dicerna, baik oleh bayi, anak-anak, maupun golongan lanjut usia.
But, dibalik manfaatnya yang sangat baik itu, jujur lebih suka telur yang direbus biasa gag usah di asinin :D
Subscribe to:
Posts (Atom)

