Wednesday, November 20, 2013

Jatuh cinta lalu bangun cinta

” Mengapa orang menikah ? ” Karena mereka jatuh cinta. Mengapa rumah tangganya kemudian bahagia ? Apakah karena jatuh cinta pula ? Bukan. Tapi karena mereka terus membangun cinta. Jatuh cinta itu gampang, 10 menit juga bisa. Tapi membangun cinta itu sulit sekali, perlu seumur hidup, sepanjang waktu. Dan inilah artikel dari kami ” jatuh cinta atau membangun cinta ? “
Mengapa jatuh cinta dirasa begitu mudah? Karena  saat itu kita buta, bisu dan tuli terhadap keburukan pasangan kita. Tapi saat memasuki pernikahan, tak ada yang bisa ditutupi lagi. Dengan interaksi 24 jam 7 hari dalam seminggu, semua belang tersingkap, sifat buruk pasangan terungkap. Disini letak perbedaan jatuh cinta dan membangun cinta. Jatuh cinta selalu dalam keadaan menyukai. Namun membangun cinta seringkali dalam keadaan jengkel. Dalam keadaan jengkel, cinta bukan lagi dalam wujud pelukan, melainkan berbentuk itikad baik memahami konflik dan bersama-sama mencari solusi yang dapat diterima semua pihak.
Cinta yang dewasa tidak menyimpan uneg-uneg, walau ada beberapa hal peka untuk bisa diungkapkan seperti masalah keuangan, orang dan keluargam atau masalah intim lainnya. Namun sepeka apapun masalah itu perlu dibicarakan agar tak larut. Jika dibiarkan berlarut, suami istri bisa saling memusuhi dan rumah tangga sudah berubah bukan surga lagi tapi neraka.
Apakah kondisi ini bisa diperbaiki ? Tentu saja bisa, saat masing-masing mengingat komitmen awal mereka dulu. Apakah dulu ingin mencari teman hidup atau musuh hidup. kalau memang mencari teman hidup, mengapa sekarang malah bermusuhan ?
Mencari teman hidup memang dimulai dengan jatuh cinta. Tapi sesudahnya, porsi terbesar adalah membangun cinta. Berarti mendewasakan cinta sehingga keduanya bisa saling koreksi, berunding, menghargai, tenggang rasa, menopang, setia, mendengarkan, memahami, mengalah, memaafkan dan bertanggung jawab. Mau punya teman hidup ? Jatuh cintalah. Tetapi sesudah itu bangunlah cinta.

No comments:

Post a Comment